Nah, sekarang pengalamanku yang tadi dilanjutkan. Setelah bermain facebook. papa dan mama mengajakku mengantar Opa Nono kerumah. Kata mama, Opa Nono sedang i'tikaf di Masjid Istiqamah. Kami menjemput Opa Nono karena Opa Nono mau menumpang istirahat. Lalu, kami naik mobil ke Masjid Istiqamah selepas shalat dzuhur, bersama Nuvi, GPS baru di mobil kami.
Di jalan, aku sangat... mengantuk. Lalu aku tertidur dan terbangun di 'tempat parkir' rumah. Saat aku masuk ke rumah, ada Opa Nono yang sedang selonjor di karpet. Lalu, aku bermain tamagochi lagi. Setelah bermain tamagochi, aku ke kamar dengan niat berganti baju. Tapi, aku malah tertidur lagi dan bangun jam setengah enam sore. Aku sangat.. kaget karena belum shalat ashar. aku langsung mengambil wudhu dan shalat ashar.
Setelah itu, aku melakukan hal yang biasa kulakukan sebelum buka puasa. Membantu mama menyiapkan buka puasa, dan setelah itu menunggu waktu. Dan akhirnya, terdengar kata "shadaqallahul 'azhim" dari orang yang mengaji di masjid dekat rumah. Berarti, adzan tinggal beberapa menit lagi. dan memang benar! Lalu, kami bertiga buka puasa dengan teh manis, pisang keju, dan kue castengle yang dibuat tadi siang. Sangat... lezat dan gurih!
Lalu kami shalat maghrib berjama'ah. rencananya, jam delapan malam kami akan ke restoran Raja Melayu untuk makan malam dengan makanan yang telaha lama kurindukan : Mie Celor. tapi karena waktunya masih lama dan aku sudah lapar, akhirnya aku makan dulu dengan rendang dan tumis sawi buatan mama yang sangat... enak. Setelah itu aku mibum susu bear brand.
Adzan isya berkumandang. Lalu aku shalat isya dan siap-siap berangkat. Setelah siap, kami berangkat. Tapi saat sampai, restorannya sudah diambang tutup. Lalu, kami mencari tempat makan lain. aku tertidur sebentar, dan dibangunkan papa karena sudah sampai tempat yang dituju, yaitu warung sate padang. Awalnya aku tidak setuju. Tapi setelah mencium harum sate padang yang sangat... menggiurkan akhirnya aku mau. Dan akhirnya aku makan yang kedua.
Sambil menunggu tiga porsi sate padang untuk kami bertiga disiapkan, aku bermain tamagochi yang kubawa. Setelah sekitar 5 menit, tiga porsi sate padang dan tiga gelas air putih tertata dimeja. Lalu aku mengicipinya. sangat... pedas tapi lezat.
Saat aku mulai makan, datang pengamen ke warung sate padang. Lalu dia bernyanyi
"Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun.. tidur lagi
Bangun tidur terus mandi
Tidak lupa senam pagi
Kalau lupa.. tidur lagi"
Lagu itu dinyanyikan dengan sangat... lucu menggunakan tamborin. Lalu pengamen itu menyanyikan beberapa lagu lagi. Dan kemudian beberapa orang memberikan uang padanya. Lalu pengamen itu bernyanyi di warung kaki lima lain di dekat warung sate padang.
Setelah kenyang, kami membayar di kasir. Harganya 30.000 rupiah. Setelah membayar, kami pulang.
Itulah pengalamanku hari ini. Kenapa aku menulis banyak-banyak? Supaya aku puas. Karena besok sudah tidak begini lagi. Meskipun libur, harus tetap belajar dan mengaji seperti rutinitas sehari-hari.
Sunday, September 13, 2009
Saturday, September 12, 2009
Hari Minggu
Waktu sahur, aku makan dengan pepes ayam buatan mama yang sangat... lezat. Juga aku makan telur dadar buatan mama yang sangat... enak. Lalu aku minum air putih dan makan habbatusauda. Lalu, bermain tamagochi sebentar dan membereskan meja makan, sambil menunggu pagi.
Di pagi hari, aku membereskan kebun halaman belakang yang sangat... luas. Aku mengambil daun kering yang berjatuhan, sedangkan papa menyiram tanaman. Setelah sekitar satu jam bekerja, aku memandang kebeun halaman belakang dari teras belakang. Hasilnya sangat... bersih. Aku senang melihatnya.
Lalu, aku mandi pagi, karena guru les pianoku, Pak Dani, akan datang! Aku bergegas. Aku mandi dengan sangat.. cepat. Sambil menunggu giliranku (karena giliran pertama Raras), aku membuka facebook. Dan satu jam pun berlalu. Ternyata, aku tidak jadi les karena Pak Dani ada murid lain di Dago! Dago itu kan, sangat... jauh. Jadi harus buru-buru.
Lalu aku membuat kue castengles bersama mama, Raras, dan Uti Rum. Aku bertugas memarut keju. Keju yang kuparut sangat... harum. Tapi, aku kan sedang berpuasa. Jadi, harus menahan nafsu. Padahal sudah sangat... tergiur.
Setelah beberapa lama, Uti Rum dan Raras akan pergi ke Tegal (mudik terlebih dahulu) sesuai rencana. Minggu depan, aku, mama, dan papa menyusul. Lalu Uti Rum dan Raras bersiap-siap dengan sangat... cepat. Akhirnya mereka pun berangkat menuju Terminal Bus Cicaheum diantar oleh papa. Papa akan membeli toples kue satu lusin juga. Menurutku, selusin toples kue sudah sangat... banyak.
Saat papa pulang, aku masih meletakkan kue castengle yang sudah matang ke toples sementara. baunya sangat... menggiurkan. setelah semua kue masuk ke toples sementara, aku bermain facebook lagi. Sambil mengisi blog ini juga. Pokoknya walaupun masih setengah hari, aku sudah sangat... senang!
Semoga besok aku mendapatkan pengalaman yang sangat... mengasyikan. Karena, besok aku libur sampai 28 September 2009. Masih sangat... lama!
Di pagi hari, aku membereskan kebun halaman belakang yang sangat... luas. Aku mengambil daun kering yang berjatuhan, sedangkan papa menyiram tanaman. Setelah sekitar satu jam bekerja, aku memandang kebeun halaman belakang dari teras belakang. Hasilnya sangat... bersih. Aku senang melihatnya.
Lalu, aku mandi pagi, karena guru les pianoku, Pak Dani, akan datang! Aku bergegas. Aku mandi dengan sangat.. cepat. Sambil menunggu giliranku (karena giliran pertama Raras), aku membuka facebook. Dan satu jam pun berlalu. Ternyata, aku tidak jadi les karena Pak Dani ada murid lain di Dago! Dago itu kan, sangat... jauh. Jadi harus buru-buru.
Lalu aku membuat kue castengles bersama mama, Raras, dan Uti Rum. Aku bertugas memarut keju. Keju yang kuparut sangat... harum. Tapi, aku kan sedang berpuasa. Jadi, harus menahan nafsu. Padahal sudah sangat... tergiur.
Setelah beberapa lama, Uti Rum dan Raras akan pergi ke Tegal (mudik terlebih dahulu) sesuai rencana. Minggu depan, aku, mama, dan papa menyusul. Lalu Uti Rum dan Raras bersiap-siap dengan sangat... cepat. Akhirnya mereka pun berangkat menuju Terminal Bus Cicaheum diantar oleh papa. Papa akan membeli toples kue satu lusin juga. Menurutku, selusin toples kue sudah sangat... banyak.
Saat papa pulang, aku masih meletakkan kue castengle yang sudah matang ke toples sementara. baunya sangat... menggiurkan. setelah semua kue masuk ke toples sementara, aku bermain facebook lagi. Sambil mengisi blog ini juga. Pokoknya walaupun masih setengah hari, aku sudah sangat... senang!
Semoga besok aku mendapatkan pengalaman yang sangat... mengasyikan. Karena, besok aku libur sampai 28 September 2009. Masih sangat... lama!
Saturday, September 5, 2009
Uti Murni!!
Uti Murni adalah adik dari Uti Rum. Uti Rum adalah nenekku. Wajah keduanya mirip sekali. Uti Murni usianya 59 tahun. Uti Murni memiliki toko kue yang namanya MURNINI. Kue buatannya sangat enak dan banyak pesanan kue yang sangat dalam jumlah besar yang datang ke Uti Murni dan karyawannya (anak-anaknya, Uti Rum, dll). Subhanallah, Uti Murni sangat kuat. 2 hari berturut-turut pernah beliau tidak tidur untuk membuat pesanan kue bersama karyawannya. Jumlah pesanan kuenya bisa sampai 200 kue lebih!
*************************************************************
Beberapa waktu lalu, keluarga Uti Murni memiliki masalah. Karena memikirkan masalah itu, Uti Murni jadi mogok makan dan akhirnya jatuh sakit. Lalu Uti Murni diperiksakan ke dokter. Rupanya, sakit kanker Uti Murni yang pernah diderita beberapa tahun lalu kambuh! Lalu Uti murni dirawat di RS Harapan Kita.
Karena sakitnya tidak kunjung sembuh, akhirnya Uti murni dipindah ke RS Mitra. Disana uti Murni di kemoterapi. Aku tidak tega mendengar ceritanya.
Penghujung Sabtu 5 September 2009 jam 24.00..
"Anin, bangun. Kita ke Jakarta sekarang, soalnya Uti Murni meninggal." papa membangunkanku. Aku tersentak. wah! Aku langsung memakai baju pergi. lalu kami sekeluarga pergi ke Jakarta naik mobil.
Di Jakarta, banyak keluargaku sedang mengaji. Didepan mereka, terdapat ranjang berisi mayat yang ditutupi oleh kain kafan. Aku bergidik.
Uti Rum bercerita padaku, tentang Uti Murni. Opa Manshur, suami Uti Murni, menyarankan uti Rum berpura-pura menjadi ibunya Uti Murni (Almh. Eyang Yuyut Putri). Karena, Uti Murni selalu bergumam, "Ibu.. Ibu.." di ranjang rumah sakit. Jadi garis besarnya, Uti Rum adalah 'perawat' setia Uti Murni.
Setelah beberapa waktu, akhirnya kami melaksanakan sahur. Kami makan ayam goreng/ayam kuah. Enak.. deh.Tapi, aku masih terpikir tentang Uti Murni yang berjuang melawazn sakit kanker yang menggerogoti tubuhnya.
Saat sahur, Uti rum juga bercerita, kalau saat mau meninggal, Uti Murni menengok ke sebelah kanan atas. Raras mengartikan, kalau uti Murni akan masuk surga. Insya Allah!!
Setelah sahur, aku, mama, dan Raras menyingkap kain kafan yang manutupi mayat Uti Murni. Subhanallah... Aku bergidik. Lalu, kami menutupnya kain kafannya lagi.
Setelah adzan shubuh, mayat uti Murni dishalatkan dan dibawa segera ke Cilacap untuk dimakamkan. Keluargaku tidak bisa ikut karena banyak keperluan di Bandung. Lalu datang beberapa orang yang telat membesuk Uti Murni karena mayat uti Murni sudah dibawa ke Cilacap oleh mobil jenazah. Termasuk, uztadzah Uti Murni.
mama dan uztadzah Uti Murni berbincang sebentar, lalu uztadzah Uti Murni pulang dengan suaminya. Setelah itu, keluargaku pulang kembali ke Bandung, jamsetengah enam pagi. Dijalan, aku berdoa..
"Ya Allah, semoga engkau menerima Uti Murni disisi-Mu."
Amin
*************************************************************
Beberapa waktu lalu, keluarga Uti Murni memiliki masalah. Karena memikirkan masalah itu, Uti Murni jadi mogok makan dan akhirnya jatuh sakit. Lalu Uti Murni diperiksakan ke dokter. Rupanya, sakit kanker Uti Murni yang pernah diderita beberapa tahun lalu kambuh! Lalu Uti murni dirawat di RS Harapan Kita.
Karena sakitnya tidak kunjung sembuh, akhirnya Uti murni dipindah ke RS Mitra. Disana uti Murni di kemoterapi. Aku tidak tega mendengar ceritanya.
Penghujung Sabtu 5 September 2009 jam 24.00..
"Anin, bangun. Kita ke Jakarta sekarang, soalnya Uti Murni meninggal." papa membangunkanku. Aku tersentak. wah! Aku langsung memakai baju pergi. lalu kami sekeluarga pergi ke Jakarta naik mobil.
Di Jakarta, banyak keluargaku sedang mengaji. Didepan mereka, terdapat ranjang berisi mayat yang ditutupi oleh kain kafan. Aku bergidik.
Uti Rum bercerita padaku, tentang Uti Murni. Opa Manshur, suami Uti Murni, menyarankan uti Rum berpura-pura menjadi ibunya Uti Murni (Almh. Eyang Yuyut Putri). Karena, Uti Murni selalu bergumam, "Ibu.. Ibu.." di ranjang rumah sakit. Jadi garis besarnya, Uti Rum adalah 'perawat' setia Uti Murni.
Setelah beberapa waktu, akhirnya kami melaksanakan sahur. Kami makan ayam goreng/ayam kuah. Enak.. deh.Tapi, aku masih terpikir tentang Uti Murni yang berjuang melawazn sakit kanker yang menggerogoti tubuhnya.
Saat sahur, Uti rum juga bercerita, kalau saat mau meninggal, Uti Murni menengok ke sebelah kanan atas. Raras mengartikan, kalau uti Murni akan masuk surga. Insya Allah!!
Setelah sahur, aku, mama, dan Raras menyingkap kain kafan yang manutupi mayat Uti Murni. Subhanallah... Aku bergidik. Lalu, kami menutupnya kain kafannya lagi.
Setelah adzan shubuh, mayat uti Murni dishalatkan dan dibawa segera ke Cilacap untuk dimakamkan. Keluargaku tidak bisa ikut karena banyak keperluan di Bandung. Lalu datang beberapa orang yang telat membesuk Uti Murni karena mayat uti Murni sudah dibawa ke Cilacap oleh mobil jenazah. Termasuk, uztadzah Uti Murni.
mama dan uztadzah Uti Murni berbincang sebentar, lalu uztadzah Uti Murni pulang dengan suaminya. Setelah itu, keluargaku pulang kembali ke Bandung, jamsetengah enam pagi. Dijalan, aku berdoa..
"Ya Allah, semoga engkau menerima Uti Murni disisi-Mu."
Amin
Sunday, July 19, 2009
Welcome to Level Six!!
Nggak nyangka banget, aku udah berpindah dari level 5 ke level 6. Udah harus banyak belajar, buat UASBN. Nggak nyampe satahun lagi! Wah, aku jadi deg-degan, tapi aku harus tetep usaha keras!
Aku juga nggak sabar buat menghadapi berbagai kejadian yang sangat mengejutkan. Apapun itu. Aku juga berharap supaya aku mendapat suatu kejadian yang istimewa juga. Wah, pasti aku seneng banget!
Sedihnya, ini adalah level terakhirku di Tunas Unggul. Setelah UASBN, level 6 akan perpisahan, dan ke SMP lain. Hhh...
Level 6 emang ada senang sedihnya. Mamaku pernah bilang, "Kalau kelas 1 sampai kelas 5 cuma naik kelas, tapi kalau kelas 6 naiknya ke kelas 7, pake ujian dulu..."
Baiklah, walaupun aku akan berpisah dari SD, tapi aku akan menghadapi SMP yang tentunya lebih asyik lagi!! :)
Aku juga nggak sabar buat menghadapi berbagai kejadian yang sangat mengejutkan. Apapun itu. Aku juga berharap supaya aku mendapat suatu kejadian yang istimewa juga. Wah, pasti aku seneng banget!
Sedihnya, ini adalah level terakhirku di Tunas Unggul. Setelah UASBN, level 6 akan perpisahan, dan ke SMP lain. Hhh...
Level 6 emang ada senang sedihnya. Mamaku pernah bilang, "Kalau kelas 1 sampai kelas 5 cuma naik kelas, tapi kalau kelas 6 naiknya ke kelas 7, pake ujian dulu..."
Baiklah, walaupun aku akan berpisah dari SD, tapi aku akan menghadapi SMP yang tentunya lebih asyik lagi!! :)
Sunday, June 21, 2009
Opa dan Masa Laluku
Pada malam Rabu, 9 Juni 2009 di rumahku..
Aku dan Raras sedang makan bihun rebus buatan mama yang sangaat.. lezat. Dengan sayuran, baso, sosis, mantap.
Opa atau kakekku sedang duduk memandang kami yang asyik makan. "Ehm.." Kakek berumur 65 tahun itu berdeham.
"Dulu waktu kamu di Tegal, kamu selalu minta jalan-jalan. eeh.. baru setengah jalan udah minta gendong.. hahaha.." katanya kepadaku diselingi tawa kami bertiga.
"Terus ada lagi. Waktu kamu kecil, setiap naik becak bareng Uti (nenekku), pasti suka teriak, 'OPAA...'" Lalu kami tertawa bersama.
Sayangnya sepertinya tidak ada cerita tentang Raras. Walau begitu, aku tetap senang, aku masih punya kakek yang menyenangkan seperti Opa dibalik badannya yang besar, dan kerjanya yang hanya duduk.
Setelah bihun rebus habis, kami mempersiapkan segala sesuatu untuk besok dini hari. Walaupun besok masih sekolah, tapi aku izin untuk pergi ke Jakarta sampai hari Minggu.
Aku dan Raras sedang makan bihun rebus buatan mama yang sangaat.. lezat. Dengan sayuran, baso, sosis, mantap.
Opa atau kakekku sedang duduk memandang kami yang asyik makan. "Ehm.." Kakek berumur 65 tahun itu berdeham.
"Dulu waktu kamu di Tegal, kamu selalu minta jalan-jalan. eeh.. baru setengah jalan udah minta gendong.. hahaha.." katanya kepadaku diselingi tawa kami bertiga.
"Terus ada lagi. Waktu kamu kecil, setiap naik becak bareng Uti (nenekku), pasti suka teriak, 'OPAA...'" Lalu kami tertawa bersama.
Sayangnya sepertinya tidak ada cerita tentang Raras. Walau begitu, aku tetap senang, aku masih punya kakek yang menyenangkan seperti Opa dibalik badannya yang besar, dan kerjanya yang hanya duduk.
Setelah bihun rebus habis, kami mempersiapkan segala sesuatu untuk besok dini hari. Walaupun besok masih sekolah, tapi aku izin untuk pergi ke Jakarta sampai hari Minggu.
Sunday, June 7, 2009
Siapa Bilang?

Siapa bilang, kalau pekerjaan pemulung, tukang sampah, ataupun pekerjaan yang berkotor-kotor lainnya itu adalah pekerjaan yang buruk?
Seharusnya kita bersyukur dengan adanya orang yang mau bekerja seperti itu. Terbayang, orang-orang seperti kita ini harus memunguti sampah yang berserakan, atau memilah-milah sampah yang bau busuknya sangat menyengat hidung, demi uang untuk menghidupi keluarga mereka! Sedangkan kita? Bisa menikmati hidup dengan nyaman! Menurutku, itu sangat tragis.
Padahal, pekerjaan itu sangat mulia. Bayangkan, jika tidak ada mereka, sampah akan menumpuk, bau busuk dimana-mana. Menyedihkan.
Dari artikel singkat ini, artikel yang sederhana ini, kita bisa mengambil sebuah hikmah, agar jangan meremehkan orang lain yang pekerjaannya lebih kecil.
Jadi, kita sekarang boleh menentang sebuah pernyataan yang merendahkan pekerjaan diatas dengan cara : "Siapa bilang, kalau pekerjaan pemulung, tukang sampah, ataupun pekerjaan yang berkotor-kotor lainnya itu adalah pekerjaan yang buruk?"
Monday, May 11, 2009
Kenakalan Remaja. Sebuah PR... yang menggugah
Hampir tiga hari berturut-turut setiap malamnya aku terduduk di depan komputer, mngetik, dan mencari informasi. Ada dua PRku, Sosial dan Agama. PR sosial, membuat rangkuman tentang negara Pakistan. Sedangkan PR agama, membuat makalah tentang KENAKALAN REMAJA. dan itulah yang aku utamakan, PR kenakalan remaja.
Banyak sekali sumber yang nampaknya terlalu 'mencurahkan' isi hatinya, sehingga artikel Kenakalan Remaja itu nampak seperti membesar-besarkan masalah. Yang kasihan, tentu saja pelakunya : para remaja, bunga bangsa kita.
Aku pikir, sebenarnya remaja tidak semuanya nakal. Munkin, hanya 20 persennya. 20 persen! Jumlah yang sedikit itu dibuat seakan-akan semua remaja itu nakal.
Sebenarnya, remaja memiliki potensi yang luar biasa besar untuk mencapai prestasi yang menggembirakan. Tidak hanya bagi diri dan keluarganya, tapi juga tanah airnya. Remaja, menganggur dan tidak mencoba untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya. Itu saja.
Maka dari artikel kecil-kecilan ini, aku menghimbau kepada seluruh remaja di Indonesia.....
GALILAH POTENSI KALIAN SEDALAM MUNGKIN!! WALAUPUN AKU HANYA ANAK KELAS 5 SD, TAPI AKU SANGAT BERHARAP PADA KAKAK-KAKAK REMAJA INDONESIA. WALAUPUN AKU HANYA ANAK KELAS 5 SD, AKU INGIN MEMAJUKAN PARA REMAJA INDONESIA. KETAHUILAH, AKU MENGINGINKAN SATU : TIDAK ADA LAGI KENAKALAN REMAJA, TETAPI YANG ADA ADALAH "PRESTASI REMAJA"!!!!!
Banyak sekali sumber yang nampaknya terlalu 'mencurahkan' isi hatinya, sehingga artikel Kenakalan Remaja itu nampak seperti membesar-besarkan masalah. Yang kasihan, tentu saja pelakunya : para remaja, bunga bangsa kita.
Aku pikir, sebenarnya remaja tidak semuanya nakal. Munkin, hanya 20 persennya. 20 persen! Jumlah yang sedikit itu dibuat seakan-akan semua remaja itu nakal.
Sebenarnya, remaja memiliki potensi yang luar biasa besar untuk mencapai prestasi yang menggembirakan. Tidak hanya bagi diri dan keluarganya, tapi juga tanah airnya. Remaja, menganggur dan tidak mencoba untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya. Itu saja.
Maka dari artikel kecil-kecilan ini, aku menghimbau kepada seluruh remaja di Indonesia.....
GALILAH POTENSI KALIAN SEDALAM MUNGKIN!! WALAUPUN AKU HANYA ANAK KELAS 5 SD, TAPI AKU SANGAT BERHARAP PADA KAKAK-KAKAK REMAJA INDONESIA. WALAUPUN AKU HANYA ANAK KELAS 5 SD, AKU INGIN MEMAJUKAN PARA REMAJA INDONESIA. KETAHUILAH, AKU MENGINGINKAN SATU : TIDAK ADA LAGI KENAKALAN REMAJA, TETAPI YANG ADA ADALAH "PRESTASI REMAJA"!!!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)













